Ciri ciri Kurang Darah

Ciri ciri Kurang Darah dan Apa-apa Saja Penyebabnya

  Apakah ciri ciri kurang darah? Kurang darah atau dalam bahasa yunani anaima atau lebih dikenal dengan sebutan anemia yang berarti kurang darah. Adalah suatu keadaan saat jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah berada di bawah normal. Penderita bisa dibilang mengalami anemia ketika konsentrasi hemoglobinnya (Hb) lebih sedikit dari 13,59/dl. Bisa juga dilihat apabila hematokrit (Hct) kurang dari 11,59/dl dan pada perempuan Hct biasanya akan kurang dari 36%. Faktor penyebab terjadinya kurang darah atau anemia dapat muncul dan mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan. Berikut penjelasan ciri ciri kurang darah selengkapnya.

1. Pendarahan saat menstruasi

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 21-30 hari dan terjadi selama 5 hari.  Ada juga yang terjadi selama 2 sampai 7 hari, wajib di waspadai jika menstruasi atau haid terjadi lebih dari 15 hari. Karena hal itu bisa merupakan tanda awal suatu penyakit. Pada umumnya
Ciri ciri Kurang Darah
Ciri ciri Kurang Darah
darah yang dikeluarkan selama setiap siklus haid atau menstruasi adalah sekitar 10 ml hingga 80 ml. Tetapi biasanya rata-rata darah haid yang keluar sekitar 35 ml per hari. Hal inilah yang memicu terjadinya anemia atau darah rendah pada wanita. Disamping udah adanya bawaan genetik kurang darah atau anemia.

2. Pecahnya pembuluh darah

Pecahnya pembuluh darah adalah suatu kondisi yang dapat merenggut nyawa seseorang. Tak peduli tua maupun muda hal ini terjadi. Tergantung dimana pembuluh darah tersebut pecah dan volume darah yang keluar. Jika letaknya pada mata, bisa mengalami kebutaan, jika diotak bisa mengalami  stroke yang berujung pada kematian, demikian juga jika terjadi pada pembuluh darah vena. Namun jika terjadi pada tempat-tempat yang tidak begitu vital, hal ini tidak menyebabkan kematian hanya saja kemungkinan terjadi anemia atau kurang darah, karena adanya darah yang keluar.

3. Kecelakaan

Kecelakaan yang mengeluarkan banyak darah, tak hanya menyebabkan kurang darah atau anemia tapi membutuhkan darah dengan cara transfusi darah.

4. Kurangnya asupan zat besi

Zat besi sangat dibutuhkan sebagai salah satu pembentuk sel darah merah. Makan makanan yang mengandung klorofil hijau daun seperti daun bayam , atau daun bayam merah sangat membantu proses penyembuhan anemia atau kurang darah.

5. Kurangnya asupan vitamin C dan vitamin B12

Kurangnya mengkonsumsi makanan yang kaya akan serat,  yang mempunyai  zat hijau daun dan bervitamin C membuat rentan darah rendah atau anemia.

6. Kanker

Sel darah yanng ada pada penderita kanker terganggu produktivitasnya. Pada penderita kanker tubuh mengalami infeksi dan secara otomatis tubuh menambah produksi darah putihnya  yang digunakan sebagai benteng pertahanan tubuh terhadap infeksi tersebut.  Hal ini juga mengakibatkan berkurangnya sel darah merah. Makanan kanker adalah protein, seperti yang kita tahu sel darah  merah tahu hemoglobin membawa protein untuk diedarkan keseluruh tubuh.  Hal inilah yang membuat tubuh menjadi kekurangan darah merah dan terjadilah anemia.

7. Reaksi  autoimun pada sel darah merah

Adanya kemampuan tubuh untuk dapat menghancurkan sendiri sel darah merah yang ada pada tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh akan kekurangan sel darah merah dan terjadilah anemia atau  kurang darah.

8. Rusaknya sel darah merah yang terjadi pada sum-sum tulang  belakang dan ginjal

Seseorang yang kelainan atau gangguan pada sum-sum tulang belakang beresiko menderita darah rendah atau anemia. Hal ini dikarenakan karena sum-sum tulang belakang berkaitan dengan produksi sel darah merah. Demikian juga dengan penderita gagal ginjal.

9. Kurang  tidur atau penderita insomnia

Kebiasaan tidur yang tidak teratur dan terlalu malam akan membuat terganggunya pasokan oksigen ke tubuh. Kurangnya asupan oksigen pada tubuh dapat menurunkan kualitas sel darah merah, sehingga tubuh akan cepat merasa lelah dan lemas.

10. Kehamilan

Untuk wanita hamil yang tidak memperhatikan gizi dari makanan yang dimakannya. Makanan yang tidak mencukupi standar empat sehat lima sempurna. Sel darah akan di edarkan dan dialirkan secara terus menerus kedalam janin.  Hal ini jika dibiarkan secara terus menerus maka wanita hamil tersebut akan mengalami  kurang darah atau anemia.

11. Genetik atau keturunan

Orang yang memiliki riwayat atau keturunan dari orang tuanya darah rendah atau anemia maka akan cenderung juga mempunyai darah rendah atau anemia. Anemia atau kurang darah jika tidak mendapatkan pengobatan yang berarti akan menjadi gejala awal dari suatu penyakit lainnya. Maka janganlah terlalu menganggap remeh dan enteng suatu penyakit walaupun itu cuma anemia. Daya tahan tubuh akan melemah seiring dengan semakin parahnyanya anemia. Berikut merupakan ciri ciri kurang darah atau anemia, yaitu:
  • kulit pucat dapat terlihat dari kelopak bawah mata yang jika dibuka akan terlihat pucat, yang biasanya jika normal berwarna merah muda segar,
  • sering mengantuk,
  • terganggunya konsentrasi,
  • sering terjadi kesemutan,
  • sakit kepala dan pandangan mata berkunang-kunang,
  • mudah lelah dan terasa lesu jika beraktivitas fisik yang agak berat,
  • sering haus dan hilangnya nafsu makan,
  • rambut mudah rontok dan rapuh,
  • sesak nafas dan nafas relatif pendek,
  • tubuh dan kulit terasa dingin dan pucat.
Demikianlah sedikit pembahasan tentang gejala atau ciri-ciri kurang darah dan penyebabnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *